Kopi Indonesia saat ini menempati peringkat ketiga terbesar di dunia dari segi hasil produksi. Kopi memiliki peranan penting bagi masyarakat di Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara produsen dan eksportir kopi paling besar di dunia. Potensi ekonomi yang dimiliki datang dari sektor kopi tersebut, menjadikan kesempatan yang baik untuk PT PPI yang kini tengah gencar mengembangkan metode pengelolaan kopi arabika dari daerah Sumatera dan Papua. Langkah-langkah yang kita lakukan adalah pendampingan untuk proses panen, pengelolaan pasca panen, pembelian green bean, dan pemasaran produk premium. Varian kopi yang akan dikembangkan adalah Kopi Papua Wamena, Sumatera Toba, Sumatera Mandailing, Aceh Gayo dan Papua Blend. Merek kopi PPI ini bernama Covare.

Koneksi antara secangkir kopi dan petani tercipta baik, karena komitmen untuk menghasilkan kualitas terbaik. Konsistensi alam memiliki kesempurnaan untuk mempengaruhi hasil setiap biji kopi yang ditawarkan. Menggabungkan sinergi antara koneksi (connection) petani dan alam (environment), Covare Coffee merupakan rumah untuk mengenalkan biji kopi olahan mereka. Dengan tujuan untuk mendapatkan respon ekspresif dari konsumen berdasarkan kualitas biji kopi yang ditawarkan dan mengembalikan nilai yang dihasilkan oleh tiap cangkir kepada para petani.

Covare sudah bisa didapatkan pada marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Blibli, Shopee, Blanja.com, dan sebagainya. Untuk mendukung hal tersebut, PT PPI kini juga tengah menyiapkan pabrik kopi di daerah Lodan Jakarta Utara. Perusahaan mengembangkan kopi dengan cara membesarkan petani, membesarkan semua yang terlibat dan tentu saja untuk membesarkan perseroan sendiri dengan keuntungan terukur dan berimbang.

 

Arabica Coffee

The coffee plant is an evergreen shrub, classified under the genus coffee, and part of the botanical family Rubiaceae. There are several species of coffea, the finest quality being Arabica, which today represents 59% of the world’scoffee production.

 

Robusta Coffee

Robusta coffee is coffee made from beans of the plant Coffea canephora, a sturdy species with low acidity and high bitterness. C. Canephora benas, widely known by the synonym Coffea robusta, are used primarily in instant coffee, espresso, and as a filler in ground coffee blends.

 

Aceh Coffee (arabica)

The Gayo highland in Aceh, stretching as long as the back of Mount Barisan on Sumatra island, is one of the top arabica producers in Indonesia. Gao delivers a distinct and unique coffee quality, the uniqueness that takes coffee enthusiasts to the taste of Ethiopia and Latin America. The altitude in the production area averages between 1110 and 1600 meters.

 

Sumatra Coffee (arabica & robusta)

Sumatra is the largest one in the group of the coffee grown and have unique tasting coffee is attributed to many different factors. Low acidity and complex flavor profiles have made coffee from this region special and highly sought after in the coffee world. Altitude grown 800-1500 m above sea level, with the common variete (arabica).

 

Sulawesi Coffee (arabica)

Sulawesi arabica coffee is best known for silky body, moderate acidity, and smooth finish. Its flavors tend to lend on warmer side of spice, with bold cinnamon, cardamom, and at times black pepper. 1400-1900 m above sea level.

 

Java Coffee (arabika & robusta)

Java Maragogype Coffee is derived from arabica coffee beans which have a larger size than arabica coffee in general. East Java with an altitude of 1000-1500 m above sea level so that it can be sure to give more flavor value among other types of coffee.

 

Papua Coffee (arabica)

The taste of Papua Wamena Coffee is very unique, ranging from the aroma of chocolate and floral, medium acid, to medium body. In addition, this type also produces a flavor note that tends to be earthy with herbal sensations and smokey aftertaste.

Planted at an altitude of 1200 to 1600 masl. The plantation land is volcanic soil and the temperature reaches 15 C at night.