PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka kerjasama permodalan dana bergulir kepada usaha mikro, kecil dan menengah tentang pembiayaan UMKM binaan PT PPI.

Penandatanganan ini dilakukan di dalam rangkaian kegiatan sinergi pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada kesempatan tersebut PT PPI juga menyalurkan bantuan CSR melalui program strategis Kemenkop dan UKM atas penyerahan rombong (gerobak) usaha kuliner berbahan dasar ikan kepada anggota Koperasi Serba Usaha Sampah Komodo yang bertempat di kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan salah satu obyek wisata super prioritas Indonesia.

Penandatangan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari dukungan para pihak dalam kerja sama menciptakan sebuah ekosistem bisnis ritel ikan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pelaku bisnis ikan di tanah air.

Koperasi nelayan selama ini juga sudah mampu membuktikan diri untuk terus eksis, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan. Diharapkan dengan kerja sama kemitraan ini, koperasi nelayan akan terus berkembang pesat.

Dalam ruang lingkup kerja sama ini, tidak terbatas pada pembiayaan usaha mikro dan kecil dan menengah anggota plasma plasma kios ikan dan/atau rombong dan/atau pengepul saja, namun ke depannya juga pengelolaan dan pembinaan para anggota plasma koloni sapi perah dan/atau koloni sapi pedaging, dan/atau petani padi dan/atau petani jagung dan/atau petani jamur para anggota plasma.

PT PPI sebagai BUMN, sebagai agen pembangunan dan juga agen pencipta nilai, sebagai bukti konkret manajemen PT PPI terhadap pengembangan SDM, generasi milenial PT PPI didorong untuk menciptakan inovasi bisnis, salah satunya melalu program kemitraan dalam konsep franchise/waralaba, yaitu sajian kuliner ikan yang bernama ikan pop. Produk ini disajikan dalam bentuk fillet ikan goreng tepung, dengan padanan nasi putih pulen yang berasal dari brand beras PT PPI juga, yaitu Panganesia. “Sajian Sehat Setiap Saat” adalah tagline Ikan Pop, tentunya dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat dengan konsep gerobak kekinian.

Dengan 32 cabang yang dimiliki PT PPI di seluruh indonesia, untuk tahap awal pengembangan market di Jabodetabek, ditargetkan sebanyak 1.000 outlet. Ke depan, PT PPI akan bermitra dengan mitra ikan indonesia, koperasi ikan, BUMN produsen ikan, dan nelayan, untuk menjadi sumber suplai bahan baku ikan. Sangat memungkinkan PT PPI juga akan menggandeng (himpunan bank milik negara) himbara BUMN untuk membantu kemudahan para mitra di sisi permodalan dalam menjalankan bisnis waralaba Ikan Pop. PT PPI optimis waralaba Ikan Pop dapat diterima masyarakat, dan membuka peluang usaha kecil dan menengah, sehingga dapat terbentuk ekosistem bisnis dari hulu hinga hilir.