Loading...

header informasi

header all

PPI POS

Perekonomian Indonesia yang masih diserang dampak krisis global, berakibat pada naik turunnya harga bahan pokok di Indonesia. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero), salah satu perusahaan BUMN diberikan amanah dari pemerintah untuk menstabilisasi harga bahan pangan di pasaran.

Dalam mendukung stabilisasi harga tersebut, diperlukan langkah-langkah yang konsisten, salah satunya dengan pendistribusian rantai pasok bahan pangan dari satu daerah ke daerah yang lain harus tepat sasaran dalam waktu yang cepat.

Direktur Komersil PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Trisilo Ari Setyawan, mengatakan, saat ini pihaknya menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra, agar pendistribusian bahan pangan dari PPI diangkut oleh PT Pos.

Selain itu, PT Pos memiliki cabang di mana-mana, juga pengirimannya cepat.

“Jadi setelah PPI membeli barang dari petani, maka PT Pos lah yang mengirim dari satu daerah ke daerah yang lain,” ujar Trisilo, di sela-sela acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan PT Pos Indonesia (persero), di Hotel Pesonna Makassar, Jumat (10/3/17).

Hasil MoU dari kedua belah pihak antara lain terjalinnya sinergi antara BUMN sehingga bisa menciptakan kerjasama yang baik, juga meraup keuntungan bersama.

“Sehingga stabilisasi harga bisa tercipta, dan menjadi tolak ukur harga-harga dipasar sampai ketangan para pembeli”, ujarnya.

Penandatanganan MoU di Makassar bukan cuma menjadi suatu alasan, karena Makassar dan wilayah sekitarnya saat ini merupakan sumber suplai cabe yang terbesar untuk daerah di Indonesia.

“Saat ini cabe dari Makassar kita kirim ke Jakarta, padang dan daerah Jawa Timur, jadi suatu kebanggaan Makassar kita pilih dan kita juga punya cabang regional di sini,” ujar Trisilo.

Selain cabai, saat ini PPI juga menangani bahan pangan antara lain gula pasir, daging, paprika, bawang merah dan produk industri UKM yang diperdagangkan antarpulau.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar sesuai harapan, dan tentunya kita harapkan keuntungan yang lebih baik”, ujarnya.

PPI secara nasional untuk tahun 2017 menargetkan kuntungan 3,7 triliun, dan untuk regional Makassar 28 Miliar.

Hadir dalam acara tersebut General Manager PT Perusahaan Perdagangan Indonesia cabang Makassar, Banti Yasin, Kepala Regional X PT Pos Indonesia Sulawesi Selatan, Arifin Muchlis, Direktur Hubungan Strategis dan Pengembangan PT Pos Indonesia, Noer Fajrieansyah serta para undangan.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) akan menjalin kerjasama dengan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia ihwal Pengembangan Usaha Paket Sembako.

Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak akan ditandatangani pada Sabtu, 11 Maret 2017 di Malang. Trisilo Ari Setyawan selaku Direktur Komersial PPI dan Edy Lukmannul Karim selaku Penanggung Jawab Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan menandatangani Nota Kesepahaman tersebut.

PPI dan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan melakukan kerjasama dalam penjualan di bidang paket sembako dan melakukan sinergi sumber daya dalam rangka pengembangan usaha di bidang penjualan paket sembako. Di acara ini, terdapat pula Bank BNI yang menghelat kegiatan CSR sebagai langkahnya untuk terus menjadi agent of development.

PPI nantinya akan mengirim paket sembako kepada Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia sesuai dengan Surat Pesanan, dan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan menerima paket sembako dari PPI yang nantinya akan dijual.

Isi dan kemasan setiap paket sembako yaitu:

a.         Beras                           : 20 Kg (dua puluh Kilogram)

b.         Gula Pasir                    : 3 Kg (tiga Kilogram)

c.         Minyak Goreng           : 2 Ltr (dua Liter)

Langkah-langkah konkret seperti di atas diupayakan PPI dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat.

Hal ini diharapkan dapat menjadi angin segar untuk khalayak karena pada kenyataannya masih ada warga Kota Malang yang kesulitan membeli sembako dan terpaksa harus membeli sembako ke pasar, ditambah harga sembako dan barang-barang penting lainnya di dua puluh Pasar Daerah di Kabupaten Malang, selama beberapa waktu belakangan ini bersifat fluktuatif.

Dibantu dengan RPK-RPK yang ada, tentu upaya yang digalakan ini sangat penting untuk membantu menjamin ketersediaan stok.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, juga direncanakan turut hadir dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman ini, sesuai dengan salah satu misi Kementerian Sosial yaitu meningkatkan aksesibilitas perlindungan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar dan menjamin keberlanjutan peran serta masyarakat dalam penyelenggaran kesejahteraan sosial.

Beberapa waktu yang lalu Khofifah Indar Parawansa juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, untuk menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas Bantuan Sosial Non Tunai di Jawa Timur 2017, membahas masalah bantuan beras sejahtera (Rastra) di Jawa Timur.

Hal ini juga sejalan dengan misi Kota Malang: pembangunan akan diarahkan untuk mengantarkan masyarakat Kota Malang menuju kesejahteraan yang terdistribusi secara merata dan salah satu visinya: ditentukannya Peduli Wong Cilik sebagai semangat dari pembangunan Kota Malang periode 2013-2018. Sebagai semangat, kepedulian terhadap wong cilik menjadi jiwa dari pencapaian visi. Hal ini berarti bahwa seluruh aktivitas dan program pembangunan di Kota Malang harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi wong cilik. Dan seluruh hasil pembangunan di Kota Malang harus dapat dinikmati oleh wong cilik yang notabene adalah rakyat kecil yang mayoritas jumlahnya di Kota Malang

PPI juga baru saja mendatangkan 15 ton daging sapi (dengan 30 lemari pendingin) untuk dipasarkan pedagang asli Papua di lima pasar tradisional di Kota Jayapura.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga asli Papua, khususnya di sektor perdagangan sekaligus berpartisipasi menjaga stabilitas harga daging dengan mendistribusikan daging sapi halal, higienis, dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Tujuan program tersebut bukan hanya untuk memberdayakan para pedagang asli, melainkan juga untuk menstabilkan harga daging di wilayah Papua yang selalu berada di atas Rp 100.000 per kg.

Dengan upaya-upaya ini, diharapkan PPI dapat mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dagang terpercaya dan terkemuka serta mempunyai akses sumber dan jaringan pemasaran di dalam dan di luar negeri dan akan terus meningkatkan bisnisnya sejak hulu hingga hilir secara komersial, terstruktur dan terukur; melaksanakan transaksi perdagangan lokal maupun lintas negara; melakukan produksi barang-barang yang mendukung perdagangan; menjalin kemitraan dengan layanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan jaringan dan sistem teknologi informasi yang handal; dan meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui produktivitas.

Dengan langkah-langkah yang menghasilkan kebaikan ini, serta keterbukaan untuk bekerjasama dengan berbagai pihak baik BUMN dan swasta, maka peran PPI dalam perdagangan domestik maupun global serta meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat seyogianya semakin terasa.

 

1

 

Di tengah Gelar Budaya Duta Seni Kabupaten Wonosobo di Anjungan Jawa Tengah, TMII, Jakarta  (5/2), sejumlah BUMN melakukan MoU dengan Bupati Wonosobo, terkait kerjasama budidaya carica dan pengelolaan Telaga Menjer di Wonosobo.

MoU antara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo didampingi Wakil Bupati Agus Subagiyo dan BUMN yang terdiri dari PT Sarinah (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Power ini disaksikan Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN.

“BUMN adalah perusahaan milik negara yang harus memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. Untuk itu, Ibu Menteri BUMN meminta semua Deputi untuk membuat program-program dengan BUMN yang dapat membantu ekonomi rakyat melalui program-program BUMN hadir untuk Negeri. Wonosobo adalah salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari program BUMN hadir untuk Negeri,” ungkap Edwin dalam sambutannya.

MoU ini terkait dengan kerjasama budidaya carica untuk Sarinah dan PPI dan pengelolaan Telaga Menjer oleh Indonesia Power yang menjadi salah satu langkah dukungan BUMN untuk Wonosobo. Pengembangan yang diharapkan juga mencakup pengembangan pariwisata sehingga bukan saja meningkatkan kompetensi masyarakat tetapi juga mendatangkan pendapatan daerah dan mengangkat cerita dan profil daerah ke mancanegara.

“Untuk itu, pengembangan pariwisata harus dimulai dengan manusianya sehingga citra yang ditunjukkan adalah citra Indonesia yang aman, nyaman, ramah dan bersahaja. Dengan demikian masyarakat harus dilibatkan dari awal. Melalui program BUMN hadir untuk Negeri, pengembangan bisa dilakukan dengan pelbagai cara antara lain Balkondes,” terang Edwin.

Pariwisata bukan hanya pengembangan manusia tetapi juga meliputi pembangun infrastruktur, sehingga diharapkan pembangunan bisa menyeluruh di Wonosobo. Dengan demikian, bantuan melalui program BUMN hadir untuk Negeri diharapkan tahun depan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Wonosobo.

 PPI Meat

Dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat, salah satu upaya yang akan dilakukan PPI adalah mendatangkan 15 ton daging sapi untuk dipasarkan pedagang asli Papua di lima pasar tradisional di Kota Jayapura.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga asli Papua, khususnya di sektor perdagangan sekaligus berpartisipasi menjaga stabilitas harga daging dengan mendistribusikan daging sapi halal, higienis, dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Terdapat masing-masing lima pedagang di setiap pasar yang akan menerima pasokan 200-300 kilogram per pedagang dan PPI juga menyiapkan 30 lemari pendingin untuk menyimpan seluruh pasokan yang akan digunakan para pedagang. Lima pasar yang menjadi target program itu adalah Pasar Sentral Youtefa, Pasar Phara Sentami, Pasar Skouw, Pasar Hamadi, dan Pasar Mama Papua.

PPI memberikan pinjaman pasokan daging sebagai modal untuk berdagang dan nantinya para pedagang akan mengembalikan pinjaman itu dari keuntungan hasil penjualan secara bertahap. Karena itu PPI juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk skema pembiayaan daging tersebut.

Daging yang didatangkan PPI tak hanya dari produsen lokal di Indonesia, tetapi juga impor dari Australia. Tujuan program ini bukan hanya untuk memberdayakan para pedagang asli, melainkan juga untuk menstabilkan harga daging di wilayah Papua yang selalu berada di atas Rp 100.000 per kg. Daging yang didatangkan PPI akan dijual dengan kisaran harga Rp 60.000 – Rp 90.000 per kg.

Optimized-PPI - BTN

 

Pada tanggal 24 Februari 2017, Direktur Utama PPI, Agus Andiyani, menghadiri acara peluncuran pertama KPR BTN Mikro dan menandatangani MoU antara Bank BTN – PPI – APMISO di Wisma Perdamaian, Semarang.

Pada acara yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tersebut, dilakukan juga kegiatan produktif lainnya, di antaranya implementasi kebijakan keuangan inklusif (financial inclusion) dan festival mie dan bakso, serta dagangan lainnya bagi pelaku di bidang bisnis/usaha kecil dan menengah atau masyarakat lainnya, sehingga menjadi paket sinergi yang baik. PPI pun ikut membuka booth yang diisi dengan produk-produk PPI seperti cabai, bawang, kentang, gula, Carica, dan PPI Meat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PPI dengan BTN juga terlaksana ihwal Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan.

Pada acara tersebut, PPI memberikan bantuan motor roda tiga kepada Apmiso sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan APMISO ihwal Kerjasama Jual Beli Daging dan Produk Lainnya.

Turut hadir pula legenda campursari Indonesia, Didi Kempot, yang berpartisipasi menghibur masyarakat Semarang. Perhelatan kemudian ditutup dengan pertunjukkan wayang.

Cipta

 

 

Hari ini 17 Februari 2017, PPI bersama PT Cipta Prima Asia Sukses menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Pasokan Produk Sembako, Holtikultura, dan Konsumsi Akhir di Kantor Pusat PPI.

 

Maksud dan tujuan Nota Kesepahaman ini adalah menetapkan kesepahaman di antara pihak guna menuju pada kerjasama dalam hal pemasaran produk holtikultura, produk bahan pokok, produk konsumsi akhir, dan rumah tangga PPI maupun distribusi produk yang dimiliki PPI untuk pangsa pasar di seluruh Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas harga terutama komoditi pangan dan bentuk kerjasama lain yang akan disepakati oleh para pihak.

 

Ruang lingkup dalam Nota Kesepahaman ini mencakup:

  •  Para pihak menjaga stabilisasi harga komoditi terutama kaitannya dengan harga pasar;
  • Para pihak melakukan pengembangan usaha di pasar tradisional dan sejenisnya;
  • Menjaga stok barang untuk kebutuhan internal dan eksternal yang di bawah naungan kerjasama para pihak;
  • Mengatur pengelolaan distribusi antara PPI dengan PT Cipta Prima Asia Sukses serta distribusi di wilayah internal pasar yang telah ditentukan dalam Nota Kesepahaman ini;
  • PT Cipta Prima Asia Sukses menyediakan outlet penjualan (kios) di setiap pasar sebagai sarana dan gudang stock point yang akan digunakan untuk kegiatan penjualan retail dan grosir ke setiap pedagang pasar;
  • Para pihak menyediakan tenaga kerja sesuai kompetensinya masing-masing di setiap outlet pasar yang disediakan oleh PT Cipta Prima Asia Sukses;
  • Outlet yang menjadi kesepakatan dalam Nota Kesepahaman ini adalah:

 

a.       Pasar Ciawi Kabupaten Bogor

 

b.      Pasar Cibinong Kabupaten Bogor

 

c.       Pasar Citeureup Kabupaten Bogor

 

d.      Pasar Anyar Kota Bogor

  •  Sistem tata cara pembayaran dan mekanisme lainnyan akan dituangkan dalam Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB).

 

IMG 1217 - Copy

Hari ini tanggal 17 Februari 2016, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara, melaksanakan Nota Kesepahaman Pengadaan dan Pemasaran Produk Kebutuhan Pokok, di Kantor Pusat PPI.

Pemenuhan pengadaan kebutuhan koperasi yang berlokasi di Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur itu, terdiri dari produk bahan pokok, produk konsumsi akhir & rumah tangga serta produk holtikultura oleh PPI.

Pemasaran produk kebutuhan pokok PPI meliputi produk bahan pokok, produk konsumsi akhir & rumah tangga serta produk holtikultura dengan menggunakan sistem voucher yang didistribusikan ke setiap desa oleh Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara di wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, dan Kabutapen Jombang.

PPI dan Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara sepakat bahwa pelaksanaan lebih lanjut mengenai teknis dari kerjasama ini akan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama.

ppi melesat1

 

ppi melesat 3

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) pada tahun 2016 lalu mendapatkan penghargaan sebagai BUMN Terbaik 2016 berdasarkan laporan keuangan Desember 2015, untuk kategori Bidang Non Keuangan Sektor Jasa, Perdagangan dan Pariwisata versi Majalah Investor yang bertempat di Jakarta.

Selain itu, dalam program tax amnesty yang dicanangkan pemerintah, PPI juga menjadi BUMN pertama yang ikut serta dalam program tersebut, dengan aset yang dicatatkan sebesar Rp 430 milyar dan pajak yang harus dibayar sebesar Rp 8,6 milyar.

Langkah lain yang dilakukan PPI dalam rangka restrukturisasi keuangan adalah dengan melakukan restrukturisasi utang kepada pemerintah berupa utang RDI sebesar Rp 290 milyar dan utang eks BPPN sebesar Rp 652 milyar.Secara prinsip, pemegang saham telah menyetujui, dan penandatanganan persetujuan restrukturisasi tersebut diharapkan dapat dilakukan pada bulan Maret 2017.

Hal lain yang telah dilakukan PPI adalah implementasi Enterprise Resource Planning (ERP). Proses Go LIVE ERP telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 lalu, ditandai dengan penyerahan User Manual dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan kini sistem sudah diimplementasikan di kantor pusat dan cabang PPI. Hadirnya sistem ERP ini mengintegrasikan seluruh kegiatan operasi bisnis PPI guna meningkatkan produktivitas sehingga mampu meningkatkan daya saing. Hal ini tercermin dalam modul-modul ERP yang digunakan oleh PPI yaitu Supply Chain Management, Finance & Accounting, Production Planning, Commercial Asset Management, Enterprise Asset Management, E-Procurement, Customer Relationship Management, dan Risk Management.

Pada akhir bulan November 2016 kemarin, telah dilakukan pengembangan infrastrukuktur jaringan VPN untuk cabang binaan, sehingga semua cabang PPI telah memiliki infrastruktur jaringan dan memungkinkan untuk dapat mengakses sistem ERP sehingga dapat mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Hal baik lain yang dilakukan PPI adalah meningkatkan kompetensi pegawai PPI dengan melakukan pembinaan, memberikan training-training atau workshop yang menunjang bisnis perusahaan dengan menggandeng konsultan-konsultan terbaik di Indonesia.

Dengan didukung oleh manajemen yang handal, saat ini PPI digawangi oleh Agus Andiyani sebagai Direktur Utama, Trisilo Ari Setyawan sebagai Direkutur Komersial, Bagja Ardi Mustawan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Firmansyah Tanjung Satya sebagai Direktur Keuangan dan Noer Fajrieansyah sebagai Direktur Sumber Daya Korporat. Saatnya manajemen dan seluruh pegawai PPI untuk bahu membahu, bekerja ihklas, cerdas dan keras dalam mencapai target RKAP di tahun 2017.

Ihwal ekspor, realisasinya yang digenjot pada 2016, PPI bersama dengan PT SIG ASIA yang bergerak khusus pada bidang pengolahan tuna telah melakukan ekspor ikan perdana dari wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, untuk ekspor tuna dengan jenis Tuna loin yang merupakan produk olahan ikan tuna yang telah mendunia dan banyak dicari pasar internasional. Tuna Saku dan Tuna Cube merupakan produk olahan dari ikan tuna dengan teknik pemotongan menyerupai kubus. Produk ikan tuna olahan diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, dengan tujuan Los Angeles, USA.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia berupa ikan tuna olahan dengan nilai produk ekspor lebih besar dibandingkan ke negara Jepang, Uni Eropa dan China. Sedangkan dari sisi volume, Amerika Serikat lebih kecil dibanding China namun tetap lebih besar daripada Jepang dan Uni Eropa. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan nilai investasi sektor kelautan dan perikanan pada 2016 hingga 2019 akan mencapai Rp 95 trilliun.

Kemudian dari sektor komoditi agrikultur, potensi ekonomi yang datang dari sektor kopi juga menjadi kesempatan baik untuk PPI yang telah melakukan ekspor kopi dengan jenis Kopi Bali Kintamani Arabica (Green Bean).

PPI Bekerjasama dengan PT Sarin Banua Bali (GEO-Coffee Bali’s Authentic) sebagai supplier langsung dalam hal pengadaan Kopi Kintamani Bali yang terpercaya untuk melakukan ekspor ke Rotterdam, Belanda.

Dengan ekspor ini, PPI menjalankan salah satu bentuk nyata dari BUMN Hadir Untuk Negeri, menjadi nilai tambah dalam pengembangan ekspor pada bidang perkebunan dan perikanan, menambah pedapatan negara pada bidang ekspor, meningkatkan value creation perusahaan dalam pengembangan bisnis komoditi ekspor, serta yang paling penting adalah turut meningkatan kesejahteraan rakyat.

Awal Januari 2017 ini, PPI juga ikut berkontribusi atas pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk pembuatan alat perkakas pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Tak ketinggalan pula perihal komoditi penting, PPI juga menyalurkan tiga ton cabai rawit per hari untuk menekan lonjakan harga dan sudah sebulan terakhir membantu distribusi cabai rawit karena lonjakan dipengaruhi terhambatnya pasokan serta memberikan jaminan bagi pedagang yang cabainya tak laku.

Untuk meredam harga, PPI membantu mendistribusikan cabai rawit murah. Misalnya, untuk mengisi kebutuhan cabai di Samarinda dan Balikpapan di Kalimantan Timur sejak minggu pertama Januari 2017, PPI telah mendatangkan ratusan kilogram cabai dari Gorontalo, Makassar dan Surabaya. Selain itu, cabai dari Makassar juga akan dikirim ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. PPI hanya mengambil keuntungan sebesar Rp 1.000 per kilogram dari petani cabai. Sedangkan rata-rata pedagang di Pasar Rawamangun mendapatkan margin Rp 20 ribu per kilogram. Selain mendistribusikan cabai rawit, PPI menyalurkan cabai merah keriting seharga Rp 40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah melakukan pemerataan stok, dengan mengidentifikasi daerah mana saja yang mengalami surplus produksi cabai. Kemudian, melalui PPI, cabai-cabai itu dikirim ke daerah yang kekurangan.

Saat ini PPI bersama BUMN yang lain juga tengah mengembangkan ekspor produk buah carica, buah yang hanya tumbuh di Dieng (Wonosobo), Argentina, dan Rusia. Di bawah koordinasi Kemeneg BUMN, akan dilakukan juga kegiatan sosialisasi terkait rencana standardisasi kualitas isi dan kemasan serta pemasaran carica ke IKM Wonosobo.

Direktur Utama PPI Agus Andiyani menjabarkan, PPI mempunyai visi menjadi perusahaan dagang terpercaya dan terkemuka serta mempunyai akses sumber dan jaringan pemasaran di dalam dan di luar negeri. PPI juga terus berupaya melakukan perdagangan umum dan khusus yang menangani beraneka ragam produk sejak hulu hingga hilir secara komersial dan terukur; melaksanakan transaksi perdagangan lokal maupun lintas negara; melakukan produksi barang-barang yang mendukung perdagangan; menjalin kemitraan dengan layanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan jaringan dan sistem teknologi informasi yang handal; dan meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui produktivitas.

erp 1

 

ERP adalah sebuah sistem informasi perusahaan yang dirancang untuk mengoordinasikan semua sumber daya, informasi dan aktifitas yang diperlukan untuk proses bisnis lengkap. Sistem ERP didasarkan pada database pada umumnya dan rancangan perangkat lunak modular. ERP merupakan software yang mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Sebelum adanya sistem ERP, PPI menggunakan Accurate atau sistem aplikasi akutansi yang belum dapat terhubung satu sama lain, belum terintergritas dan juga infrastruktur di cabang belum yang memadai. Artinya infrastruktur jaringan juga belum ada. PPI sebelumnya tidak mempuyai jaringan yang secure, dan oleh karenanya dibutuhkan VPN atau Virtual Private Network yang merupakan jaringan yang declared secara secure, berguna untuk menghubungkan antara cabang dan pusat.

Proses Go LIVE ERP telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 lalu, ditandai dengan penyerahan User Manual dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk yang pada intinya sistem siap diimplementasikan di Kantor Pusar dan Cabang PPI.

Hadirnya sistem ERP ini akan mengintegrasikan seluruh kegiatan operasi bisnis PPI guna meningkatkan produktivitas sehingga mampu meningkatkan daya saing. Hal ini tercermin dalam modul-modul ERP yang digunakan oleh PPI yaitu Supply Chain Management, Finance & Accounting, Production Planning, Commercial Asset Management, Enterprise Asset Management, E-Procurement, Customer Relationship Management, dan Risk Management.

Ketika ERP diimplementasikan dalam proses bisnis perusahaan, maka semua cabang langsung dapat meng-input secara realtime dari cabang ke kantor pusat, melalui Microsoft Dinamic AX atau yang kita sebut dengan ERP.

Tahap implementasi:

 Kick off pada tanggal 22 Desember 2015

 Preparation pada tanggal 7 Januari 2016

 Analysis pada tanggal 5 Februari 2016

 Design pada tanggal 22 Februari 2016

Development pada tanggal 9 Mei 2016

Deployment pada tanggal 19 Juni 2016

Running Production pada tanggal 20 Juni 2016 dengan target 10 Cabang Regional dengan real transaksi 32 cabang pada bulan Januari 2017

 

ERP merupakan project korporasi di mana semua pegawai harus bisa menggunakan sistem ini karena nanti semua proses yang berkaitan dengan korporasi akan menggunakan sistem tersebut. Disadari bahwa kesulitan yang paling besar dari penerapan ERP adalah “People”, dibutuhkan kemauan yang besar dari seluruh pegawai untuk beradaptasi dengan perubahan sistem yang selama ini berjalan. 

Selama 40 hari sebanyak 32 orang  key user dari cabang datang ke kantor pusat PPI di Jakarta dalam rangka menyukseskan program penggunaan ERP PPI sesuai dengan arahan dari Kementrian BUMN. Sehubungan dengan Surat Tugas nomor: 091/ST/DIR.SDK/PPI/XII/2016 tanggal 1 Desember, penugasan tersebut terhitung mulai dari tanggal 6 Desember 2016 sampai dengan 13 Januari 2017.

Para key user ini diberikan pelatihan agar dapat mengimplementasikan ERP dalam pekerjaannya, diberikan kesempatan praktek langsung agar terbiasa menggunakan program ERP, dan mencoba untuk menginput transaksi melalui program Accurate untuk kebutuhan laporan keuangan yang kemudian akan digunakan sebagai saldo awal akuntansi pada ERP di tahun 2017.

Dari sini, diharapkan nanti pegawai cabang dapat mengimplementasikan ERP dalam pekerjaannya dan pegawai terbiasa dalam menggunakan ERP dan men-transfer ilmu yang didapat selapa pelatihan kepada pegawai lainnya, serta laporan keuangan 2016 dapat diselesaikan tepat waktu.

Tujuan Sentralisasi (Job Description Global) ini adalah melakukan closing dan konsolidasi laporan keuangan tahun 2016 untuk seluruh kantor cabang dan kantor pusat tidak secara manual, tetapi menggunakan software akuntansi yang terintegrasi. Training ERP secara komprehensif ini dilakukan untuk seluruh Person In Charge (PIC) Akuntansi Kantor Cabang dan Kantor Pusat. Implementasi ERP secara operasional dan terintegrasi untuk seluruh Kantor Cabang dan Kantor Pusat dengan melakukan input transaksi real time untuk satu siklus akuntansi di bulan Desember 2016 dan migrasi saldo akhir per 31 Desember 2016 dari sistem Accurate menjadi saldo awal ERP Microsoft Dinamics AX. Dilakukan juga input data di ERP untuk transaksi minggu pertama Januari 2017 untuk memastikan bahwa semua PIC cabang dan Kantor Pusat sudah mampu mengoperasionalkan ERP untuk cabangnya masing-masing dan Kantor Pusat dapat melakukan monitoring seluruh cabang.

Sedangkan secara terperinci, uraian tugas dari 32 key user terpilih di atas yaitu:

a. Mengikuti pelatihan modul ERP dan mengimplementasikan di cabang;

b. Menginput data transaksi bulan Desember 2016 dalam Microsoft Dynamics AX, di antaranya: purchase requisition, laporan penerimaan barang, sales order, packing slip, packing list, invoice atau faktur penjualan, dan ledger/cash bank.

c. Maping kode master untuk saldo awal;

d. Menginput data transaksi bulan Desember dalam Accurate;

e. Pembuatan saldo awal ERP 2017 dan finalisasi data.

 

Dari hal-hal yang dilakukan 32 key user pada awalnya ini, nantinya PPI akan lebih mudah dalam pengendalian proses bisnis, karena ERP menyajikan beragam data dari unit bisnis yang berbeda-beda secara sistematis, komprehensif, real-time, dan mudah dalam aksesnya. Di samping itu, sistem ERP juga akan memberikan wawasan yang luas kepada seorang decision-maker sehingga dapat melakukan berbagai prediksi dan pengambilan keputusan yang akurat.

ERP juga membantu sebuah perusahaan merampingkan proses bisnis PPI. Hal ini akan memastikan alur kerja dapat berjalan secara halus dan komunikasi antar departemen menjadi lebih baik. Fungsi otomatisasi dalam sistem ERP menjamin aliran informasi tersampaikan dengan jelas dan bebas dari kesalahan, sehingga proses bisnis menjadi lebih sederhana dan responsif. Best-practise yang terorganisir dalam sistem ini dapat memberikan dukungan operasional yang lebih baik dan kustomisasi yang lebih mudah.

ERP juga akan menyalurkan kepada karyawan informasi-informasi akurat yang dibutuhkan langsung kepada mereka, sehingga karyawan tidak perlu lagi membuang-buang waktu untuk mencari-cari informasi sendiri. Mereka dapat fokus pada tugas utama sehingga kualitas dan produktifitas kerja akan meningkat. Meningkatnya kemampuan dalam pengambilan keputusan dan kemudahan untuk mendapatkan data-data yang dibutuhkan akan meningkatkan kreatifitas karyawan dan memperbaiki pola kerja.

PPI juga bisa semakin padu apabila kinerja seluruh stakeholder dapat diselaraskan antara satu dengan yang lain sesuai kebutuhan masing-masing demi mencapai tujuan yang sama. Sistem ERP dapat menyatukan semua unit dalam ekosistem perusahaan: mitra bisnis, fungsi-fungsi pendukung, vendor dan pelanggan. Dan kemampuan yang baik dalam menyelaraskan beragam unit-unit dalam ekosistem tersebut dapat meningkatkan kinerja perusahaan.

Dan oleh karena apa-apa yang disebutkan di atas yang diharapkan dan diyakini pasti terwujud itu, PPI mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada 32 key user yang sudah mencurahkan waktu, tenaga dan pikirannya untuk menyukseskan program yang amat penting, tak mungkin ditunda, dan akan membuat perusahaan berkembang serta memiliki fleksibilitas untuk beradaptasi dengan kebutuhan-kebutuhan di masa depan. Integrasi, kinerja, dan alur informasi yang berjalan dengan lebih baik tentu akan meningkatkan kemampuan perusahaan dalam melakukan perencanaan dan pengendalian sehingga lebih siap menghadapi tantangan di masa yang akan datang.

 

 

 

Pada tanggal 6 Januari 2017, ditandatangani Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Krakatau Steel (Persero) Tbk dengan PT Boma Bisma Indra (Persero) PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), dan PT Sarinah (Persero) tentang pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk pembuatan Alat Perkakas Pertanian. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, di Gedung Kementerian Perindustrian, Jakarta.

Melalui MoU ini, produksi alat perkakas pertanian seperti cangkul, sekop, mata garu, egrek dan dodos akan ditingkatkan dari segi kapasitas maupun kapabilitasnya.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto meminta izin impor cangkul tidak digunakan oleh importir karena Industri Kecil Menengah (IKM) alat perkakas pertanian siap memenuhi kebutuhan dalam negeri.

"Kalaupun ada izin impornya, saya minta tidak digunakan. Industri nasional siap memenuhi kebutuhan dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Airlangga menjelaskan, nantinya PT Krakatau Steel akan memproduksi bahan baku medium carbon steel berbentuk lembaran. Bahan baku itu akan dilakukan proses lanjutan oleh PT Boma Bisma Indra agar menjadi barang setengah jadi maksimal sampai dengan 75%. Barang setengah jadi itu yang nantinya akan didistribusikan oleh PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia ke seluruh Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang memproduksi peralatan pertanian. Airlangga berharap skema kerjasama tersebut mampu memenuhi kebutuhan cangkul di dalam negeri sebesar 10 juta unit per tahun.

Airlangga memaparkan, kebutuhan alat perkakas pertanian akan diproduksi oleh industri berskala kecil dan menengah yang tersebar dari Sabang hingga Merauke dengan jumlah 12.609 unit usaha.

"Sentra yang cukup besar terdapat di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Utara dan Sumatera Selatan. Untuk kapasitas produksi cangkul dalam negeri mampu mencapai 14 juta unit per tahun," paparnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, pada 2016 telah dilakukan impor alat perkakas pertanian non mekanik, khususnya cangkul sebesar 86.000 unit dari total kuota impor 1,5 juta unit. Sementara itu, kebutuhan cangkul nasional mencapai 10 juta unit per tahun. Dengan kapasitas produksi cangkul dalam negeri sebesar 14 juta unit per tahun, diharapkan industri dalam negeri mampu memenuhi kebutuhan cangkul nasional.

Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah (IKM) Gati Wibawaningsih mengatakan, pihaknya telah melakukan pembinaan bagi IKM alat perkakas pertanian di dalam negeri melalui fasilitasi penguatan sumber daya manusia (SDM) seperti bimbingan teknis, pendampingan dan sertifikasi. Selain itu, memberikan bantuan mesin dan peralatan, peningkatan kualitas produk dan pengembangan pasar, penguatan sentra, peningkatan kemampuan UPT, serta penumbuhan wirausaha baru IKM.

"Yang jadi masalah adalah bagaimana dukungan dari produsen untuk memenuhi bahan baku. Selama ini, bahan baku yang jadi masalah," kata Gati yang juga hadir dalam penandatangan Nota Kesepahaman pemenuhan bahan baku untuk perkakas.

Menurut Gati, saat ini terdapat sekitar 12 ribu IKM di seluruh Indonesia yang menjadi produsen cangkul dan alat perkakas lainnya.

Dengan adanya pemenuhan bahan baku melalui PT Krakatau Steel, dan pendistribusian oleh     PT Sarinah dan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, maka pelaku IKM bisa mencari bakan baku dari perusahaan tersebut untuk diolah kembali dan menjadi alat perkakas pertanian. "Kami mengajak kepada semua pihak untuk turut mendukung dan menyukseskan keberadaan industri alat perkakas pertanian dalam negeri dengan mencintai, membeli dan memakai produk alat perkakas pertanian dalam negeri,” ujar Gati.

Agus Andiyani, Direktur Utama PT Perusahaan Perdagangan Indonesia, juga menyampaikan dua elemen penting terkait harga pacul dan ihwal IKM.

“Tadi Pak Menteri sudah sampaikan, bahwa kalaupun ada izin impor, jangan dipakai dulu. Intinya ada dua, yang pertama adalah bagaimana supaya harga pacul itu tidak mahal, dan yang kedua adalah IKM-nya hidup. Nah kalau dua-duanya sudah terpenuhi, barangkali tidak diperlukan lagi untuk impor pacul. Tadi juga temen-temen dari KS (Krakatau Steel) sudah menyampaikan bahwa, begitu cepat KS memproduksi material, maka tinggal nanti fabrikasinya dan PPI siap untuk memasarkan ke seluruh pelosok tanah air, ke 34 cabang yang siap untuk jadi material center,” pungkas Agus.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
GRAHA PPI, Jl. Abdul Muis No.8,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10160,
Indonesia
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Phone: +6221 3862141
Fax: +62 21 3862143