Loading...

header informasi

header all

PPI  Apsindo

 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) menjalin kerjasama dengan APPSINDO (Aliansi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia) ihwal Kerjasama Pasokan Sembako dan Produk Holtikultura.

Penandatanganan Nota Kesepahaman sudah dilakukan pada Kamis 16 Maret 2017, bertempat di kantor pusat PPI. Trisilo Ari Setyawan selaku Direktur Komersial PPI dan Hasan Basri selaku Ketua Umum APPSINDO yang membawahi sekitar 8000 pedagang  yang tersebar di 18 provinsi telah duduk bersama untuk membicarakan kerjasama yang bertujuan membawa kemanfaatan bagi masyarakat tersebut.

Maksud dan tujuan Nota Kesepahaman ini adalah menetapkan kesepahaman di antara para pihak guna menuju pada kerjasama dalam hal pemasaran maupun distribusi produk sembako dan hortikultura milik PPI untuk pangsa pasar di seluruh Indonesia dengan konsep Komersial, Terstruktur dan Terukur, dalam rangka menjaga stabilitas harga terutama komoditi pangan dan bentuk kerjasama lain yang akan disepakati oleh PPI dan APPSINDO.

Ruang Lingkup dalam Nota Kesepahaman ini mencakup:

  •  PPI APPSINDO menjaga stabilisasi harga komoditi pangan terutama dalam kaitannya dengan harga pasar.
  •  Pengembangan usaha pasar sebagai sebagai stock point dan sentra penjualan terhadap para pedagang pasar.
  • Pengelolaan stok barang di pasar dan gudang.

Sebagai tahap awal, PPI akan menyuplai sembako dan produk holtikultura ke Pasar Cileungsi karena pasar tersebut akan menjadi pasar induk. Nantinya, pasar-pasar lain di sekitarnya akan mengambil sembako dan produk holtikultura PPI dari Pasar Cileungsi untuk efisiensi rantai pasok (supply chain).

PPI dengan APPSINDO juga akan melakukan bazar bersama menggunakan Mobil Toko milik PPI yang akan hadir di tempat-tempat strategis dengan waktu yang akan ditentukan keduanya.

Mensos PPI

 

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, berharap PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) dapat menyerap hasil panen petani, terutama ketika hasil melimpah agar harga tidak anjlok.

"Problem petani kota selama ini kan ketika produksi melimpah, harga pasti jatuh. Dan ketika harga naik pun petani tidak bisa menikmati nilai tambah. Yang menikmati nilai tambah ini pedagang," kata Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa, saat di Desa Pujon Kidul, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Sabtu (11/3/2017).

Menteri Sosial hadir di Pujon Kidul dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PPI dengan Ponpes Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia. Trisilo Ari Setyawan selaku Direktur Komersial PPI dan Edy Lukmannul Karim selaku Penanggung Jawab Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman tersebut. PPI dan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia melakukan kerjasama dalam penjualan di bidang paket sembako dan melakukan kolaborasi sumber daya dalam rangka pengembangan usaha di bidang penjualan paket sembako.

Mensos menceriterakan beberapa waktu lalu ketika harga tomat jatuh, dia membeli panen tomat petani sebanyak satu truk dan Kementerian Pertanian lima truk yang diikuti beberapa lembaga lain. “Setelah dibeli, komoditas tersebut dijual kembali kepada staf di lembaga masing-masing, hasilnya ternyata mampu mengangkat harga tomat,” kata dia.

Untuk itu, Khofifah berharap PPI melakukan hal yang sama. Ketika produksi melimpah dan tidak terserap, PPI yang akan menyerapnya dan memasarkannya kembali kepada masyarakat serta pedagang.

"Harapan kami, secara bertahap PPI bisa mencari solusi ketika hasil panen melimpah dan belum terserap pasar. Sehingga, secara perlahan pula akan terwujudnya perekonomian petani meningkat. Kalau petani makmur, Insya Allah rakyat juga akan makmur," jelas Khofifah.

Menyinggung pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan keberadaan BUMdes tingkat desa dan kecamatan, Mensos mengatakan harus ada sinergitas dari semua elemen, tidak cukup hanya BUMdes.

"Contohnya di Pujon ini, sinergi pemberdayaan perekonomian masyarakat terwakili oleh beberapa elemen. Ada BUMN yang diwakili PPI, BNI, pemerintah yang diwakili Pemkab Malang dan elemen masyarakat ada Ponpes Bahwul Maghfiroh, hadir untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat," terang Khofifah.

Mensos berharap suatu saat masyarakat yang saat ini masih menerima bantuan sosial, dapat mandiri, bahkan menjadi pihak yang memberi bantuan. "Seberapa lama sih bansos itu bisa bertahan. Tapi, kalau dengan upaya-upaya yang dilakukan berbagai elemen ini berlangsung masif dan intensif, saya yakin semua akan berubah," jabar dia.

PPI POS

Perekonomian Indonesia yang masih diserang dampak krisis global, berakibat pada naik turunnya harga bahan pokok di Indonesia. PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) (Persero), salah satu perusahaan BUMN diberikan amanah dari pemerintah untuk menstabilisasi harga bahan pangan di pasaran.

Dalam mendukung stabilisasi harga tersebut, diperlukan langkah-langkah yang konsisten, salah satunya dengan pendistribusian rantai pasok bahan pangan dari satu daerah ke daerah yang lain harus tepat sasaran dalam waktu yang cepat.

Direktur Komersil PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), Trisilo Ari Setyawan, mengatakan, saat ini pihaknya menggandeng PT Pos Indonesia sebagai mitra, agar pendistribusian bahan pangan dari PPI diangkut oleh PT Pos.

Selain itu, PT Pos memiliki cabang di mana-mana, juga pengirimannya cepat.

“Jadi setelah PPI membeli barang dari petani, maka PT Pos lah yang mengirim dari satu daerah ke daerah yang lain,” ujar Trisilo, di sela-sela acara penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PT Perusahaan Perdagangan Indonesia dengan PT Pos Indonesia (persero), di Hotel Pesonna Makassar, Jumat (10/3/17).

Hasil MoU dari kedua belah pihak antara lain terjalinnya sinergi antara BUMN sehingga bisa menciptakan kerjasama yang baik, juga meraup keuntungan bersama.

“Sehingga stabilisasi harga bisa tercipta, dan menjadi tolak ukur harga-harga dipasar sampai ketangan para pembeli”, ujarnya.

Penandatanganan MoU di Makassar bukan cuma menjadi suatu alasan, karena Makassar dan wilayah sekitarnya saat ini merupakan sumber suplai cabe yang terbesar untuk daerah di Indonesia.

“Saat ini cabe dari Makassar kita kirim ke Jakarta, padang dan daerah Jawa Timur, jadi suatu kebanggaan Makassar kita pilih dan kita juga punya cabang regional di sini,” ujar Trisilo.

Selain cabai, saat ini PPI juga menangani bahan pangan antara lain gula pasir, daging, paprika, bawang merah dan produk industri UKM yang diperdagangkan antarpulau.

“Mudah-mudahan ini bisa berjalan lancar sesuai harapan, dan tentunya kita harapkan keuntungan yang lebih baik”, ujarnya.

PPI secara nasional untuk tahun 2017 menargetkan kuntungan 3,7 triliun, dan untuk regional Makassar 28 Miliar.

Hadir dalam acara tersebut General Manager PT Perusahaan Perdagangan Indonesia cabang Makassar, Banti Yasin, Kepala Regional X PT Pos Indonesia Sulawesi Selatan, Arifin Muchlis, Direktur Hubungan Strategis dan Pengembangan PT Pos Indonesia, Noer Fajrieansyah serta para undangan.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) akan menjalin kerjasama dengan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia ihwal Pengembangan Usaha Paket Sembako.

Nota Kesepahaman antara kedua belah pihak akan ditandatangani pada Sabtu, 11 Maret 2017 di Malang. Trisilo Ari Setyawan selaku Direktur Komersial PPI dan Edy Lukmannul Karim selaku Penanggung Jawab Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan menandatangani Nota Kesepahaman tersebut.

PPI dan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan melakukan kerjasama dalam penjualan di bidang paket sembako dan melakukan sinergi sumber daya dalam rangka pengembangan usaha di bidang penjualan paket sembako. Di acara ini, terdapat pula Bank BNI yang menghelat kegiatan CSR sebagai langkahnya untuk terus menjadi agent of development.

PPI nantinya akan mengirim paket sembako kepada Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia sesuai dengan Surat Pesanan, dan Yayasan Bahrul Maghfiroh Cinta Indonesia akan menerima paket sembako dari PPI yang nantinya akan dijual.

Isi dan kemasan setiap paket sembako yaitu:

a.         Beras                           : 20 Kg (dua puluh Kilogram)

b.         Gula Pasir                    : 3 Kg (tiga Kilogram)

c.         Minyak Goreng           : 2 Ltr (dua Liter)

Langkah-langkah konkret seperti di atas diupayakan PPI dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat.

Hal ini diharapkan dapat menjadi angin segar untuk khalayak karena pada kenyataannya masih ada warga Kota Malang yang kesulitan membeli sembako dan terpaksa harus membeli sembako ke pasar, ditambah harga sembako dan barang-barang penting lainnya di dua puluh Pasar Daerah di Kabupaten Malang, selama beberapa waktu belakangan ini bersifat fluktuatif.

Dibantu dengan RPK-RPK yang ada, tentu upaya yang digalakan ini sangat penting untuk membantu menjamin ketersediaan stok.

Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, juga direncanakan turut hadir dalam acara penandatanganan Nota Kesepahaman ini, sesuai dengan salah satu misi Kementerian Sosial yaitu meningkatkan aksesibilitas perlindungan sosial untuk menjamin pemenuhan kebutuhan dasar dan menjamin keberlanjutan peran serta masyarakat dalam penyelenggaran kesejahteraan sosial.

Beberapa waktu yang lalu Khofifah Indar Parawansa juga bertemu dengan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, untuk menggelar Rapat Koordinasi Sinergitas Bantuan Sosial Non Tunai di Jawa Timur 2017, membahas masalah bantuan beras sejahtera (Rastra) di Jawa Timur.

Hal ini juga sejalan dengan misi Kota Malang: pembangunan akan diarahkan untuk mengantarkan masyarakat Kota Malang menuju kesejahteraan yang terdistribusi secara merata dan salah satu visinya: ditentukannya Peduli Wong Cilik sebagai semangat dari pembangunan Kota Malang periode 2013-2018. Sebagai semangat, kepedulian terhadap wong cilik menjadi jiwa dari pencapaian visi. Hal ini berarti bahwa seluruh aktivitas dan program pembangunan di Kota Malang harus benar-benar membawa kemaslahatan bagi wong cilik. Dan seluruh hasil pembangunan di Kota Malang harus dapat dinikmati oleh wong cilik yang notabene adalah rakyat kecil yang mayoritas jumlahnya di Kota Malang

PPI juga baru saja mendatangkan 15 ton daging sapi (dengan 30 lemari pendingin) untuk dipasarkan pedagang asli Papua di lima pasar tradisional di Kota Jayapura.

Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga asli Papua, khususnya di sektor perdagangan sekaligus berpartisipasi menjaga stabilitas harga daging dengan mendistribusikan daging sapi halal, higienis, dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Tujuan program tersebut bukan hanya untuk memberdayakan para pedagang asli, melainkan juga untuk menstabilkan harga daging di wilayah Papua yang selalu berada di atas Rp 100.000 per kg.

Dengan upaya-upaya ini, diharapkan PPI dapat mengukuhkan posisinya sebagai perusahaan dagang terpercaya dan terkemuka serta mempunyai akses sumber dan jaringan pemasaran di dalam dan di luar negeri dan akan terus meningkatkan bisnisnya sejak hulu hingga hilir secara komersial, terstruktur dan terukur; melaksanakan transaksi perdagangan lokal maupun lintas negara; melakukan produksi barang-barang yang mendukung perdagangan; menjalin kemitraan dengan layanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan jaringan dan sistem teknologi informasi yang handal; dan meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui produktivitas.

Dengan langkah-langkah yang menghasilkan kebaikan ini, serta keterbukaan untuk bekerjasama dengan berbagai pihak baik BUMN dan swasta, maka peran PPI dalam perdagangan domestik maupun global serta meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat seyogianya semakin terasa.

 

1

 

Di tengah Gelar Budaya Duta Seni Kabupaten Wonosobo di Anjungan Jawa Tengah, TMII, Jakarta  (5/2), sejumlah BUMN melakukan MoU dengan Bupati Wonosobo, terkait kerjasama budidaya carica dan pengelolaan Telaga Menjer di Wonosobo.

MoU antara Bupati Wonosobo, Eko Purnomo didampingi Wakil Bupati Agus Subagiyo dan BUMN yang terdiri dari PT Sarinah (Persero), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) dan PT Indonesia Power ini disaksikan Edwin Hidayat Abdullah, Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN.

“BUMN adalah perusahaan milik negara yang harus memberikan manfaat bagi rakyat Indonesia. Untuk itu, Ibu Menteri BUMN meminta semua Deputi untuk membuat program-program dengan BUMN yang dapat membantu ekonomi rakyat melalui program-program BUMN hadir untuk Negeri. Wonosobo adalah salah satu daerah yang mendapatkan bantuan dari program BUMN hadir untuk Negeri,” ungkap Edwin dalam sambutannya.

MoU ini terkait dengan kerjasama budidaya carica untuk Sarinah dan PPI dan pengelolaan Telaga Menjer oleh Indonesia Power yang menjadi salah satu langkah dukungan BUMN untuk Wonosobo. Pengembangan yang diharapkan juga mencakup pengembangan pariwisata sehingga bukan saja meningkatkan kompetensi masyarakat tetapi juga mendatangkan pendapatan daerah dan mengangkat cerita dan profil daerah ke mancanegara.

“Untuk itu, pengembangan pariwisata harus dimulai dengan manusianya sehingga citra yang ditunjukkan adalah citra Indonesia yang aman, nyaman, ramah dan bersahaja. Dengan demikian masyarakat harus dilibatkan dari awal. Melalui program BUMN hadir untuk Negeri, pengembangan bisa dilakukan dengan pelbagai cara antara lain Balkondes,” terang Edwin.

Pariwisata bukan hanya pengembangan manusia tetapi juga meliputi pembangun infrastruktur, sehingga diharapkan pembangunan bisa menyeluruh di Wonosobo. Dengan demikian, bantuan melalui program BUMN hadir untuk Negeri diharapkan tahun depan dapat turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Wonosobo.

 PPI Meat

Dalam rangka meningkatkan nilai perusahaan melalui kemanfaatan bagi masyarakat, salah satu upaya yang akan dilakukan PPI adalah mendatangkan 15 ton daging sapi untuk dipasarkan pedagang asli Papua di lima pasar tradisional di Kota Jayapura.

Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi warga asli Papua, khususnya di sektor perdagangan sekaligus berpartisipasi menjaga stabilitas harga daging dengan mendistribusikan daging sapi halal, higienis, dan berkualitas dengan harga terjangkau.

Terdapat masing-masing lima pedagang di setiap pasar yang akan menerima pasokan 200-300 kilogram per pedagang dan PPI juga menyiapkan 30 lemari pendingin untuk menyimpan seluruh pasokan yang akan digunakan para pedagang. Lima pasar yang menjadi target program itu adalah Pasar Sentral Youtefa, Pasar Phara Sentami, Pasar Skouw, Pasar Hamadi, dan Pasar Mama Papua.

PPI memberikan pinjaman pasokan daging sebagai modal untuk berdagang dan nantinya para pedagang akan mengembalikan pinjaman itu dari keuntungan hasil penjualan secara bertahap. Karena itu PPI juga bekerja sama dengan Bank Mandiri untuk skema pembiayaan daging tersebut.

Daging yang didatangkan PPI tak hanya dari produsen lokal di Indonesia, tetapi juga impor dari Australia. Tujuan program ini bukan hanya untuk memberdayakan para pedagang asli, melainkan juga untuk menstabilkan harga daging di wilayah Papua yang selalu berada di atas Rp 100.000 per kg. Daging yang didatangkan PPI akan dijual dengan kisaran harga Rp 60.000 – Rp 90.000 per kg.

Optimized-PPI - BTN

 

Pada tanggal 24 Februari 2017, Direktur Utama PPI, Agus Andiyani, menghadiri acara peluncuran pertama KPR BTN Mikro dan menandatangani MoU antara Bank BTN – PPI – APMISO di Wisma Perdamaian, Semarang.

Pada acara yang juga dihadiri Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono tersebut, dilakukan juga kegiatan produktif lainnya, di antaranya implementasi kebijakan keuangan inklusif (financial inclusion) dan festival mie dan bakso, serta dagangan lainnya bagi pelaku di bidang bisnis/usaha kecil dan menengah atau masyarakat lainnya, sehingga menjadi paket sinergi yang baik. PPI pun ikut membuka booth yang diisi dengan produk-produk PPI seperti cabai, bawang, kentang, gula, Carica, dan PPI Meat.

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara PPI dengan BTN juga terlaksana ihwal Pemanfaatan Jasa Layanan Perbankan.

Pada acara tersebut, PPI memberikan bantuan motor roda tiga kepada Apmiso sekaligus menandatangani nota kesepahaman dengan APMISO ihwal Kerjasama Jual Beli Daging dan Produk Lainnya.

Turut hadir pula legenda campursari Indonesia, Didi Kempot, yang berpartisipasi menghibur masyarakat Semarang. Perhelatan kemudian ditutup dengan pertunjukkan wayang.

Cipta

 

 

Hari ini 17 Februari 2017, PPI bersama PT Cipta Prima Asia Sukses menandatangani Nota Kesepahaman Kerjasama Pasokan Produk Sembako, Holtikultura, dan Konsumsi Akhir di Kantor Pusat PPI.

 

Maksud dan tujuan Nota Kesepahaman ini adalah menetapkan kesepahaman di antara pihak guna menuju pada kerjasama dalam hal pemasaran produk holtikultura, produk bahan pokok, produk konsumsi akhir, dan rumah tangga PPI maupun distribusi produk yang dimiliki PPI untuk pangsa pasar di seluruh Indonesia dalam rangka menjaga stabilitas harga terutama komoditi pangan dan bentuk kerjasama lain yang akan disepakati oleh para pihak.

 

Ruang lingkup dalam Nota Kesepahaman ini mencakup:

  •  Para pihak menjaga stabilisasi harga komoditi terutama kaitannya dengan harga pasar;
  • Para pihak melakukan pengembangan usaha di pasar tradisional dan sejenisnya;
  • Menjaga stok barang untuk kebutuhan internal dan eksternal yang di bawah naungan kerjasama para pihak;
  • Mengatur pengelolaan distribusi antara PPI dengan PT Cipta Prima Asia Sukses serta distribusi di wilayah internal pasar yang telah ditentukan dalam Nota Kesepahaman ini;
  • PT Cipta Prima Asia Sukses menyediakan outlet penjualan (kios) di setiap pasar sebagai sarana dan gudang stock point yang akan digunakan untuk kegiatan penjualan retail dan grosir ke setiap pedagang pasar;
  • Para pihak menyediakan tenaga kerja sesuai kompetensinya masing-masing di setiap outlet pasar yang disediakan oleh PT Cipta Prima Asia Sukses;
  • Outlet yang menjadi kesepakatan dalam Nota Kesepahaman ini adalah:

 

a.       Pasar Ciawi Kabupaten Bogor

 

b.      Pasar Cibinong Kabupaten Bogor

 

c.       Pasar Citeureup Kabupaten Bogor

 

d.      Pasar Anyar Kota Bogor

  •  Sistem tata cara pembayaran dan mekanisme lainnyan akan dituangkan dalam Surat Perintah Kerja (SPK) atau Surat Perjanjian Jual Beli (SPJB).

 

IMG 1217 - Copy

Hari ini tanggal 17 Februari 2016, PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara, melaksanakan Nota Kesepahaman Pengadaan dan Pemasaran Produk Kebutuhan Pokok, di Kantor Pusat PPI.

Pemenuhan pengadaan kebutuhan koperasi yang berlokasi di Desa Kencong, Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur itu, terdiri dari produk bahan pokok, produk konsumsi akhir & rumah tangga serta produk holtikultura oleh PPI.

Pemasaran produk kebutuhan pokok PPI meliputi produk bahan pokok, produk konsumsi akhir & rumah tangga serta produk holtikultura dengan menggunakan sistem voucher yang didistribusikan ke setiap desa oleh Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara di wilayah Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, dan Kabutapen Jombang.

PPI dan Koperasi Syariah Bagimu Negeri Nusantara sepakat bahwa pelaksanaan lebih lanjut mengenai teknis dari kerjasama ini akan dituangkan dalam Perjanjian Kerjasama.

ppi melesat1

 

ppi melesat 3

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) (PPI) pada tahun 2016 lalu mendapatkan penghargaan sebagai BUMN Terbaik 2016 berdasarkan laporan keuangan Desember 2015, untuk kategori Bidang Non Keuangan Sektor Jasa, Perdagangan dan Pariwisata versi Majalah Investor yang bertempat di Jakarta.

Selain itu, dalam program tax amnesty yang dicanangkan pemerintah, PPI juga menjadi BUMN pertama yang ikut serta dalam program tersebut, dengan aset yang dicatatkan sebesar Rp 430 milyar dan pajak yang harus dibayar sebesar Rp 8,6 milyar.

Langkah lain yang dilakukan PPI dalam rangka restrukturisasi keuangan adalah dengan melakukan restrukturisasi utang kepada pemerintah berupa utang RDI sebesar Rp 290 milyar dan utang eks BPPN sebesar Rp 652 milyar.Secara prinsip, pemegang saham telah menyetujui, dan penandatanganan persetujuan restrukturisasi tersebut diharapkan dapat dilakukan pada bulan Maret 2017.

Hal lain yang telah dilakukan PPI adalah implementasi Enterprise Resource Planning (ERP). Proses Go LIVE ERP telah dilaksanakan pada tanggal 26 Juni 2016 lalu, ditandai dengan penyerahan User Manual dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk dan kini sistem sudah diimplementasikan di kantor pusat dan cabang PPI. Hadirnya sistem ERP ini mengintegrasikan seluruh kegiatan operasi bisnis PPI guna meningkatkan produktivitas sehingga mampu meningkatkan daya saing. Hal ini tercermin dalam modul-modul ERP yang digunakan oleh PPI yaitu Supply Chain Management, Finance & Accounting, Production Planning, Commercial Asset Management, Enterprise Asset Management, E-Procurement, Customer Relationship Management, dan Risk Management.

Pada akhir bulan November 2016 kemarin, telah dilakukan pengembangan infrastrukuktur jaringan VPN untuk cabang binaan, sehingga semua cabang PPI telah memiliki infrastruktur jaringan dan memungkinkan untuk dapat mengakses sistem ERP sehingga dapat mengintegrasikan semua departemen dan fungsi suatu perusahaan ke dalam satu sistem komputer yang dapat melayani semua kebutuhan perusahaan, baik dari departemen penjualan, HRD, produksi atau keuangan.

Hal baik lain yang dilakukan PPI adalah meningkatkan kompetensi pegawai PPI dengan melakukan pembinaan, memberikan training-training atau workshop yang menunjang bisnis perusahaan dengan menggandeng konsultan-konsultan terbaik di Indonesia.

Dengan didukung oleh manajemen yang handal, saat ini PPI digawangi oleh Agus Andiyani sebagai Direktur Utama, Trisilo Ari Setyawan sebagai Direkutur Komersial, Bagja Ardi Mustawan sebagai Direktur Pengembangan Bisnis, Firmansyah Tanjung Satya sebagai Direktur Keuangan dan Noer Fajrieansyah sebagai Direktur Sumber Daya Korporat. Saatnya manajemen dan seluruh pegawai PPI untuk bahu membahu, bekerja ihklas, cerdas dan keras dalam mencapai target RKAP di tahun 2017.

Ihwal ekspor, realisasinya yang digenjot pada 2016, PPI bersama dengan PT SIG ASIA yang bergerak khusus pada bidang pengolahan tuna telah melakukan ekspor ikan perdana dari wilayah perairan Bitung, Sulawesi Utara, untuk ekspor tuna dengan jenis Tuna loin yang merupakan produk olahan ikan tuna yang telah mendunia dan banyak dicari pasar internasional. Tuna Saku dan Tuna Cube merupakan produk olahan dari ikan tuna dengan teknik pemotongan menyerupai kubus. Produk ikan tuna olahan diberangkatkan dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara, dengan tujuan Los Angeles, USA.

Amerika Serikat merupakan salah satu negara tujuan ekspor produk perikanan Indonesia berupa ikan tuna olahan dengan nilai produk ekspor lebih besar dibandingkan ke negara Jepang, Uni Eropa dan China. Sedangkan dari sisi volume, Amerika Serikat lebih kecil dibanding China namun tetap lebih besar daripada Jepang dan Uni Eropa. Kementerian Kelautan dan Perikanan menargetkan nilai investasi sektor kelautan dan perikanan pada 2016 hingga 2019 akan mencapai Rp 95 trilliun.

Kemudian dari sektor komoditi agrikultur, potensi ekonomi yang datang dari sektor kopi juga menjadi kesempatan baik untuk PPI yang telah melakukan ekspor kopi dengan jenis Kopi Bali Kintamani Arabica (Green Bean).

PPI Bekerjasama dengan PT Sarin Banua Bali (GEO-Coffee Bali’s Authentic) sebagai supplier langsung dalam hal pengadaan Kopi Kintamani Bali yang terpercaya untuk melakukan ekspor ke Rotterdam, Belanda.

Dengan ekspor ini, PPI menjalankan salah satu bentuk nyata dari BUMN Hadir Untuk Negeri, menjadi nilai tambah dalam pengembangan ekspor pada bidang perkebunan dan perikanan, menambah pedapatan negara pada bidang ekspor, meningkatkan value creation perusahaan dalam pengembangan bisnis komoditi ekspor, serta yang paling penting adalah turut meningkatan kesejahteraan rakyat.

Awal Januari 2017 ini, PPI juga ikut berkontribusi atas pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk pembuatan alat perkakas pertanian dalam rangka memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Tak ketinggalan pula perihal komoditi penting, PPI juga menyalurkan tiga ton cabai rawit per hari untuk menekan lonjakan harga dan sudah sebulan terakhir membantu distribusi cabai rawit karena lonjakan dipengaruhi terhambatnya pasokan serta memberikan jaminan bagi pedagang yang cabainya tak laku.

Untuk meredam harga, PPI membantu mendistribusikan cabai rawit murah. Misalnya, untuk mengisi kebutuhan cabai di Samarinda dan Balikpapan di Kalimantan Timur sejak minggu pertama Januari 2017, PPI telah mendatangkan ratusan kilogram cabai dari Gorontalo, Makassar dan Surabaya. Selain itu, cabai dari Makassar juga akan dikirim ke Banjarmasin, Kalimantan Selatan. PPI hanya mengambil keuntungan sebesar Rp 1.000 per kilogram dari petani cabai. Sedangkan rata-rata pedagang di Pasar Rawamangun mendapatkan margin Rp 20 ribu per kilogram. Selain mendistribusikan cabai rawit, PPI menyalurkan cabai merah keriting seharga Rp 40 ribu per kilogram.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan telah melakukan pemerataan stok, dengan mengidentifikasi daerah mana saja yang mengalami surplus produksi cabai. Kemudian, melalui PPI, cabai-cabai itu dikirim ke daerah yang kekurangan.

Saat ini PPI bersama BUMN yang lain juga tengah mengembangkan ekspor produk buah carica, buah yang hanya tumbuh di Dieng (Wonosobo), Argentina, dan Rusia. Di bawah koordinasi Kemeneg BUMN, akan dilakukan juga kegiatan sosialisasi terkait rencana standardisasi kualitas isi dan kemasan serta pemasaran carica ke IKM Wonosobo.

Direktur Utama PPI Agus Andiyani menjabarkan, PPI mempunyai visi menjadi perusahaan dagang terpercaya dan terkemuka serta mempunyai akses sumber dan jaringan pemasaran di dalam dan di luar negeri. PPI juga terus berupaya melakukan perdagangan umum dan khusus yang menangani beraneka ragam produk sejak hulu hingga hilir secara komersial dan terukur; melaksanakan transaksi perdagangan lokal maupun lintas negara; melakukan produksi barang-barang yang mendukung perdagangan; menjalin kemitraan dengan layanan yang terintegrasi dengan memanfaatkan jaringan dan sistem teknologi informasi yang handal; dan meningkatkan kesejahteraan pegawai melalui produktivitas.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
GRAHA PPI, Jl. Abdul Muis No.8,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10160,
Indonesia
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Phone: +6221 3862141
Fax: +62 21 3862143