Loading...

header informasi

header all

 

Wakil Menteri BUMN I dan BUMN Pangan yang terdiri dari PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero), Perum Bulog, PT Berdikari (Persero), PT Sang Hyang Seri (Persero), PT Garam (Persero), Perum Perindo, PT Perikanan Nusantara (Persero), PT Pertani (Persero, dan BGR Logistics menghadiri Rapat Kerja bersama Komisi VI DPR RI, Rabu, 5 Februari 2020, di Gedung DPR RI, Jakarta. Pada kesempatan tersebut BUMN Pangan memaparkan mengenai profil perusahaan beserta struktur bisnisnya selain itu dibahas pula terkait isu-isu aktual di masing-masing BUMN.

Pada sesi pembahasan, Komisi VI DPR RI meminta Kementerian BUMN menyusun roadmap dan strategi peningkatan kinerja perusahaan serta mendorong sinergi antar BUMN Pangan guna mewujudkan percepatan kedaulatan pangan nasional. Selain itu, Komisi VI meminta Kementerian BUMN bersama BUMN Pangan membuat inovasi agar BUMN Pangan mampu bersaing di pasar internasional sebagai pelaku ekspor.

Adapun Rapat Kerja tersebut ditindaklanjuti dengan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI ke Cirebon, Jawa Barat, pada 7-8 Februari 2020. Dalam Kunjungan Kerja tersebut akan dilakukan peninjauan Kredit Usaha Rakyat dan pertemuan dengan BUMN Pangan membahas “Pengawasan terhadap Pangan”.

 

JAKARTA – PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Menandatangani Nota Kesepahaman dalam rangka meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya yang dimiliki, dan sinergi antar-BUMN, pada Rabu (29/1).

Maksud dari Nota Kesepahaman ini adalah kerja sama kemitraan dalam mengeksplorasi dan meningkatkan kinerja serta pengembangan bisnis yang dilaksanakan dengan melakukan pemasaran dan penjualan semua jenis produk besi & baja dan/atau nonbesi & baja PT Krakatau steel (Persero) Tbk. & Group beserta afiliasinya melalui jaringan penjualan dan pemasaran PT PPI, dengan tujuan untuk membangun kemitraan jangka panjang dalam kerangka sinergi BUMN dengan prinsip saling menguntungkan dan mampu memberikan nilai tambah bagi dengan tetap memperhatikan prinsip Good Corporte Governance (GCG) dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dalam sambutannya, Anton Mart Irianto selaku Direktur Operasi PT PPI menyampaikan bahwa PT PPI siap membatu memasarkan dan menjual barang-barang hasil produksi Krakatau Steel. Untuk keberlangsungannya, PT PPI juga meminta agar PT KS selalu menjamin kontinuitas barang dan mengedepankan kualitas yang tentunya menjadi modal utama sehingga harga yang nantinya ditawarkan di pasar dapat bersaing dengan baik. PT PPI juga mengharapkan kerja sama ini dapat memberikan hasil yang sama-sama menguntungkan.

Purwono Widodo selaku Direktur Komersial Krakatau Steel menyambut hal ini dan meyakini bahwa Krakatau Steel selalu mengedepankan kualitas yang sesuai dengan standar (SNI) di setiap produknya. Purwono Widodo juga menjelaskan gambaran singkat tentang pasar baja di Indonesia saat ini dan prospek ke depannya. Dengan bekerjasama dengan PT PPI, harapan ke depan produk-produk Krakatau Steel dapat melayani kebutuhan pasar diseluruh Indonesia. 

 

Untuk mencegah maraknya penangkapan ikan dengan cara merusak (destructive fishing), PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama Bareskrim Mabes Polri Direktorat Tipidter, Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, Direktorat Jenderal Luar Negeri Kementerian Perdagangan RI, dan Direktorat Jenderal Bea Cukai, melaksanakan Rapat Koordinasi atas pengawasan peredaran Bahan Berbahaya (B2) dalam rangka pencegahan Destructive Fishing pada Rabu (22/1) di Gedung Awaloedin Bareskrim Trunojoyo, Jakarta Selatan.

Perlunya pengawasan atas peredaran Bahan Berbahaya (B2) ini didasari atas maraknya penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak, maupun menggunakan potassium yang dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungan laut. Oleh karena itu diperlukan komunikasi dan koordinasi lebih lanjut antarinstansi terkait dalam hal mekanisme pengawasan, mulai dari dokumen atau kelengkapan administrasi, pelatihan pengenalan jenis bahan kimia berbahaya beserta turunannya, pintu masuk B2 di Bea Cukai, serta pengawasan dan laporan distribusi B2 dan modus operandi yang berkembang di pengguna akhir.

Selain itu, guna memberikan efek jera dan pembinaan, akan dilakukan pembahasan khusus mengenai pemberian sanksi dan regulasinya, serta penanganan atas barang sitaan.

Interaksi dan koordinasi akan terus dilakukan agar pengendalian B2 dapat dilakukan dan diawasi dengan baik. Dengan demikian harapan kita semua agar kelestarian biota laut seperti terumbu karang dan ikan bisa terjaga dengan baik.

PT PPI adalah salah satu importir terdaftar Bahan Berbahaya (IT-B2) yang berhak melakukan importasi dan mendistribusikan Bahan Kimia Berbahaya di Indonesia seperti Borax, Sodium, MDEA, TEA, dan lain-lain.

 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) menyalurkan bantuan CSR kepada warga terdampak banjir di sejumlah lokasi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi sejak Rabu (1/1).

Direktur Utama PT PPI Agus Andiyani, mengatakan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan instansi terkait seperti Walikota Jakarta Pusat dan BUMN-BUMN lainnya, khususnya dengan koordinator PT KAI di wilayah Jakarta Pusat sesuai pembagian tugas dari Kementeriam BUMN, agar PT PPI dapat berkontribusi dalam meringankan duka para korban banjir.

Beberapa hari ini PT PPI telah memberikan paket bantuan yang terdiri dari mie instan, biskuit, air mineral, popok, susu, karbol, dan selimut, di sejumlah titik antara lain di sekitar wilayah Bekasi Barat, Bekasi Timur, Jakarta Timur, Jakarta Pusat, dan Tangerang.

“Kami mengapresiasi kinerja para pihak yang membantu proses distribusi paket bantuan ini, meski mungkin mereka juga adalah korban banjir. Semangat kemanusiaannya sangat menjadi inspirasi bagi kami," ujar Agus Andiyani.

Untuk distribusi tahap selanjutanya, PT PPI terus berkoordinasi dengan posko-posko bencana Jakarta Pusat ihwal informasi mengenai kebutuhan terkini yang dibutuhkan masyarakat terdampak banjir dan menerima pengumpulan bantuan tambahan dari pihak-pihak yang masih ingin berpartisipasi menyalurkan bantuanya.

Telah dilakukan acara Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural di Lingkungan PT PPI (Persero) pada Jumat 20 Desember 2019 di Kantor Pusat Graha PPI.

Direksi memutuskan untuk melakukan promosi, mutasi, rotasi, yang sudah akan berjalan pada tanggal 2 Januari 2020.

Sebanyak 17 cabang dari 32 kantor cabang mengalami perubahan mutasi dan rotasi pejabat guna meningkatkan kinerja perusahaan.

Sesuai Salinan Keputusan Direksi PT PPI (Persero) nomor : 24/DU/Int.S.KEP/PPI/XXII/2019 tanggal 11 Desember 2019 tentang Promosi Jabatan Pegawai di Lingkungan PT PPI (Persero) sebagai berikut:
1. Muhammad Arzini – Pjs. Region Manager Pangkal Pinang
2. Firmansyah Saifullah – Pjs. Region Manager Mataram
3. Oskandar ZK – Pjs. Region Manager Bengkulu
4. Miftahun Najah – Pjs. Region Manager Yogyakarta
5. Mahmudi – Pjs. Region Manager Malang
6. Petrus Octavianus Partumpuan – Pjs. Region Manager Cirebon
7. Susanto – Pjs. Region Manager Purwokerto
8. Agis Setiawan – Pjs. Region Manager Kendari
9. Dennis E.M. SIpayung – Pjs. Region Manager Banjarmasin
10. Warih Suryohadi – Pjs. Region Manager Pare – Pare
11. Hendy Aristianto – Pjs. Region Manager Surakarta

 

Sesuai Salinan Keputusan Direksi PT PPI (Persero) nomor : 25/DU/Int.S.KEP/PPI/XXII/2019 tanggal 11 Desember 2019 tentang Rotasi/Mutasi Pegawai di Lingkungan PT PPI (Persero) sebagai berikut:
1. Sarwani Ali – Region Manager Palembang
2. Bayu Adhi Wardana – Region Manager Bandung
3. Sukri Hidayat – Region Manager Bandar Lampung
4. Silimayuni – Region Manager Padang
5. Rahmansaidi – Region Manager Jakarta
6. Imam Supingi – Region Manager Surabaya
7. Diah Mawarni – Region Manager Denpasar
8. Konsep Ginting – Region Manager Manado
9. Akhmad Bakhrudin Zuhri – Kantor Pusat
10. Rita Welma RC – Kantor Pusat
11. I Wayan Astika – Kantor Pusat
12. Dwikorahardjo – Kantor Pusat
13. Suyanto – Kantor Pusat
14. Bernard S Manullang – Kantor Pusat
15. Chris Afianto – Kantor Pusat
16. Sutardi – Kantor Pusat

 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama 11 perusahaan Indonesia lainya yang mengikuti pameran Food Africa 2019, di Kairo, Mesir, dan membukukan nilai transaksi mencapai mencapai 11,4 juta dolar Amerika Serikat atau setara sekitar Rp 159 miliar.

Dalam Food Africa 2019 yang berlangsung pada 9-11 Desember tersebut, produk-produk yang menarik minat para pembeli dari pengunjung pameran khususnya para pengusaha Mesir antara lain minyak sawit dan turunannya, kopi, rempah, serbuk minuman, bumbu instan, dan makanan ringan.

Selain nilai transaksi yang cukup besar, PT PPI juga berhasil menandatangani kerja sama dengan El Hamd Trading untuk pembukaan Kantor  Perwakilan (Representative Office) PT PPI di Mesir untuk mendorong peningkatan diversifikasi berbagai produk ekspor Indonesia di Mesir dan kawasan Afrika baik itu komoditi pangan maupun nonpangan.

Penandatanganan itu dilakukan oleh A. Yaniarsyah Hasan sebagai Direktur Komersil PT PPI dan Khaled Hamdy, Owner dan CEO Elhamd Trading Company.

Duta Besar RI untuk Mesir, Helmy Fauzy, mengatakan Mesir merupakan negara yang strategis sebagai pintu masuk untuk masuk pasar Afrika. Nilai ekspor Indonesia ke Afrika baru mencapai USD 4,2 miliar dan masih terbilang kecil dibandingkan potensi yang ada. Mesir sendiri sebagai negara penyelenggara pameran juga memiliki potensi yang besar untuk produk-produk Indonesia.

Tentu saja partisipasi PT PPI pada pameran Food Africa ini merupakan upaya untuk meningkatkan penetrasi produk makanan Indonesia baik di Mesir maupun negara-negara Afrika lainnya.

Selain partisipasi pada pameran, KBRI Kairo juga melaksanakan kegiatan Business Forum antara Pengusaha Indonesia dan Mesir untuk memanfaatkan kehadiran para pengusaha tersebut. Business Forum diadakan di kota Kairo dan Alexandria pada tanggal 10 dan 12 Desember 2019, agar para pengusaha Indonesia dapat bertemu dan melakukan transaksi langsung dengan para pelaku bisnis Mesir.

Food Africa 2019 merupakan pameran tahunan di bidang industri makanan dan minuman di Mesir yang menyasar pasar Afrika, Timur Tengah, Eropa dan negara lainnya. Berdasarkan data pembeli pada tahun 2018, 41% pembeli berasal dari negara-negara Timur Tengah, 34% dari negara-negara Afrika, 15% dari negara Eropa dan 10% dari negara lainnya. Beberapa negara selain Indonesia yang berpartisipasi dalam pameran dimaksud antara lain: China, India, Rusia, Turki, Brazilia, Belanda, Kanada, Spanyol, KSA, PEA dan Jordan.

 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir Kementerian Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) menandatangani nota kesepahaman dalam rangka kerjasama permodalan dana bergulir kepada usaha mikro, kecil dan menengah tentang pembiayaan UMKM binaan PT PPI.

Penandatanganan ini dilakukan di dalam rangkaian kegiatan sinergi pengembangan potensi ekonomi di kawasan pariwisata untuk kesejahteraan masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur. Pada kesempatan tersebut PT PPI juga menyalurkan bantuan CSR melalui program strategis Kemenkop dan UKM atas penyerahan rombong (gerobak) usaha kuliner berbahan dasar ikan kepada anggota Koperasi Serba Usaha Sampah Komodo yang bertempat di kantor Bupati Manggarai Barat, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan salah satu obyek wisata super prioritas Indonesia.

Penandatangan nota kesepahaman ini merupakan tindak lanjut dari dukungan para pihak dalam kerja sama menciptakan sebuah ekosistem bisnis ritel ikan yang diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi para pelaku bisnis ikan di tanah air.

Koperasi nelayan selama ini juga sudah mampu membuktikan diri untuk terus eksis, sehingga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan. Diharapkan dengan kerja sama kemitraan ini, koperasi nelayan akan terus berkembang pesat.

Dalam ruang lingkup kerja sama ini, tidak terbatas pada pembiayaan usaha mikro dan kecil dan menengah anggota plasma plasma kios ikan dan/atau rombong dan/atau pengepul saja, namun ke depannya juga pengelolaan dan pembinaan para anggota plasma koloni sapi perah dan/atau koloni sapi pedaging, dan/atau petani padi dan/atau petani jagung dan/atau petani jamur para anggota plasma.

PT PPI sebagai BUMN, sebagai agen pembangunan dan juga agen pencipta nilai, sebagai bukti konkret manajemen PT PPI terhadap pengembangan SDM, generasi milenial PT PPI didorong untuk menciptakan inovasi bisnis, salah satunya melalu program kemitraan dalam konsep franchise/waralaba, yaitu sajian kuliner ikan yang bernama ikan pop. Produk ini disajikan dalam bentuk fillet ikan goreng tepung, dengan padanan nasi putih pulen yang berasal dari brand beras PT PPI juga, yaitu Panganesia. “Sajian Sehat Setiap Saat” adalah tagline Ikan Pop, tentunya dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat dengan konsep gerobak kekinian.

Dengan 32 cabang yang dimiliki PT PPI di seluruh indonesia, untuk tahap awal pengembangan market di Jabodetabek, ditargetkan sebanyak 1.000 outlet. Ke depan, PT PPI akan bermitra dengan mitra ikan indonesia, koperasi ikan, BUMN produsen ikan, dan nelayan, untuk menjadi sumber suplai bahan baku ikan. Sangat memungkinkan PT PPI juga akan menggandeng (himpunan bank milik negara) himbara BUMN untuk membantu kemudahan para mitra di sisi permodalan dalam menjalankan bisnis waralaba Ikan Pop. PT PPI optimis waralaba Ikan Pop dapat diterima masyarakat, dan membuka peluang usaha kecil dan menengah, sehingga dapat terbentuk ekosistem bisnis dari hulu hinga hilir.

Acara perayaan natal PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) diselenggarakan pada hari Sabtu, 14 Desember 2019 di Auditorium Graha PPI. Perayaan natal tahun ini mengangkat tema “Hiduplah Sebagai Sahabat Bagi Semua Orang - Bersatu dan Bergandengan Tangan dalam Kasih untuk Memajukan PT PPI”. Acara ini dihadiri oleh Direksi PT PPI, Direksi PT Trisari Veem, para Senior Manager dan General Manager dan mengundang 150 orang tamu undangan yang merupakan anak perusahaan dan para tenant PT PPI, serta 50 orang anak dari panti asuhan Griya Asih.

Acara diawali dengan prosesi ibadah yang dipimpin oleh pendeta yang dilaksanakan dengan penuh hikmat. Setelah pelaksanaan ibadah, dilanjutkan dengan sambutan dari ketua panitia dan Direktur Utama PT PPI, Agus Andiyani.

Berkaitan dengan tema yang diusung, dalam sambutannya, Agus Andiyani menghimbau agar kita selalu mengintrospeksi diri untuk tetap menjadi sahabat yang bermanfaat bagi orang lain. Beliau juga memaparkan fungsi dan tugas BUMN yang diamanatkan oleh pemerintah melalui Menteri BUMN, Erick Thohir, adalah mandatori bahwa BUMN kini sebagai Agen Pembangunan, harus mampu bermanfaat bagi masyarakat, dan Sebagai Agen Pencipta Nilai, terus tumbuh bagi negara dan bangsa.

Agus Andiyani juga mengungkapkan rasa salut dan hormatnya kepada para pendahulu PT PPI seperti Bapak Victor Sigiro, mantan direksi PPI yang hadir dalam acara tersebut, di mana dalam penyusunan anggaran dasar PT PPI pada masa lampau sudah sangat mengakomodasi bisnis masa depan (bisnis saat ini), dengan perdagangan PT PPI yang begitu luasnya yang dapat memproduksi barang-barang yang diperdagangkan. Untuk melebarkan cakupan bisnis agar perusahaan dapat tumbuh lebih baik dan semakin bermanfaat bagi masyarakat namun tetap mempertahankan bisnis yang proporsional, tidak serakah, dengan tagline “komersil dan terukur”, semua keuntungan tidak hanya untuk perusahaan, namun harus kembali ke petani dan nelayan Indonesia.

Agar lebih sustainable di masa depan, maka PT PPI harus besar agar lebih dirasa nyata keberadaannya. Di ruang lingkup PPI, alangkah indahnya ketika segala aktivitas diniatkan selain untuk kepentingan perusahaan, juga untuk masyarakat. Kegiatan usaha yang profitable dan memuat kepentingan masyarakat perlu mendapat dukungan dan porsi yang memadai, sehingga hidup menjadi lebih bermakna. Hal ini menjadi ajaran dalam semua agama yang ada di Indonesia. Jangan takut perubahan, Tuhan akan membantu jalan kita bersama.

Dalam perayaan natal kali ini, PT PPI menyerahkan dana bantuan kepada yayasan panti asuhan Griya Asih berupa uang tunai yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan anak anak di lingkungan panti asuhan.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) menjadi konsolidator untuk mewadahi produk UMKM yang bisa diekspor. Konsolidator ini akan menjadi ujung tombak promosi sekaligus pencari jalan untuk proses ekspor.

Guna memacu ekspor dari kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), pemerintah mendorong keberadaan Pusat Logistik Berikat (PLB) khusus dagang elektronik (dagang-el) di luar negeri. Selama ini UMKM memang kesulitan dalam mengekspor barangnya. Selain terkait proses promosi dan pemasaran, proses pengiriman barang juga acap kali menjadi kendala bagi para eksportir.

Para konsolidator akan membantu mengumpulkan barang produksi UMKM melalui PLB khusus dagang-el di Indonesia. Selanjutnya, perusahaan pengelola PLB dagang-el di Indonesia tersebut akan mencari mitra perusahaan PLB di negara tujuan untuk mempermudah proses ekspor produk UMKM Indonesia. Nanti Direktorat Bea dan Cukai akan membantu keberadaan PLB untuk di Indonesia yang bisa menyediakan jalur pengiriman ke PLB di negara tujuan.

Ke depannya dalam pengelolaannya dibutuhkan program strategis dalam mendukung pertumbuhan ekosistem perdagangan melalui sistem dagang-el ini, di antaranya pendampingan dan pengembangan manajemen usaha, digital branding dan pemasaran, pelatihan ekspor secara daring, serta program fasilitator edukasi dagang-el untuk melatih "local heroes go global".

 

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) sebagai BUMN dan sebagai agen perubahan, berusaha menjawab tantangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengonsumsi ikan.

Sebagai bukti konkret manajemen PT PPI terhadap pengembangan SDM, generasi milenial PT PPI didorong untuk menciptakan inovasi bisnis, salah satunya melalu program kemitraan dalam konsep franchise/waralaba, yaitu sajian kuliner ikan yang kami diberi nama Ikan Pop.

Produk ini disajikan dalam bentuk fillet ikan goreng tepung, dengan padanan nasi putih pulen yang berasal dari brand PT PPI juga, yaitu Panganesia. “Sajian Sehat Setiap Saat” adalah tagline Ikan Pop, tentunya dengan harga yang terjangkau untuk masyarakat dengan konsep gerobak kekinian.

Dengan 32 cabang yang PT PPI miliki di seluruh Indonesia, untuk tahap awal pengembangan market di Jabodetabek, kami targetkan 1.000 outlet.

Ke depan PT PPI akan bermitra dengan Mitra Ikan Indonesia, Koperasi Ikan, BUMN produsen ikan, dan nelayan, untuk menjadi sumber suplai bahan baku ikan.

PT PPI juga akan menggandeng (Himpunan Bank Milik Negara) HIMBARA BUMN untuk membantu kemudahan para mitra di sisi permodalan dalam menjalankan bisnis waralaba Ikan Pop.

PT PPI optimis waralaba Ikan Pop dapat diterima masyarakat, dan membuka peluang usaha kecil dan menengah, sehingga dapat terbentuk ekosistem bisnis dari hulu hinga hilir.

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)
GRAHA PPI, Jl. Abdul Muis No.8,
Jakarta Pusat, DKI Jakarta, 10160,
Indonesia
E-mail: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Phone: +6221 3862141
Fax: +62 21 3862143